Wednesday, 24 June 2026
"Risk comes from not knowing what you are doing." – Warren Buffet
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks Dollar (DXY) (23/06) naik +0.388 (+0.38%) di level 101.408, Dow Jones melemah 0.09%, S&P 500 melemah 1.44%, dan Nasdaq melemah 2.21%, sedangkan harga UST mayoritas menguat dengan yield tenor 5 yr turun 2 bps di level 4.269% dan yield tenor 10 yr turun 1.2 bps di level 4.498%.
DXY menguat, harga saham AS mayoritas melemah, dan harga UST mayoritas menguat dengan pelaku pasar global melihat potensi kenaikan suku bunga tercepat akan terjadi di pertemuan Fed bulan September.
Keputusan ECB untuk menaikkan suku bunga adalah "kuat" mengingat tekanan harga akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, menurut Boris Vujcic.
Inflasi Australia pada bulan Mei diperkirakan akan meningkat menjadi 4.3% dari tahun sebelumnya. Bank Sentral Thailand (BOT) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga saat ini, dengan inflasi terkendali dan permintaan domestik sudah berada di bawah tekanan, menurut Bloomberg Economics.
Indonesia
Bursa Saham Indonesia (23/06/26), melemah 0,25% ditutup di 6,101.333, dengan sektor yang paling elemah adalah technology, financials, dan energy. asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 0.31 T. Kemudian selama Juni net capital outflow sebesar IDR 15.70 T dan secara Ytd net capital outflow sebesar IDR 69.67 T.
Pemerintah Indonesia mengesahkan revisi UU P2SK yang memberikan perlindungan hukum bagi pembeli obligasi Danantara, termasuk Patriot Bonds dan Merah Putih Bonds, sekaligus membebaskan catatan pembelian obligasi tersebut dari penilaian pajak dan bukti hukum. Selain itu, undang-undang ini memperluas mandat Bank Indonesia untuk mencakup pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja, serta membuka jalan bagi restrukturisasi Bursa Efek Indonesia menjadi entitas berbentuk korporasi.
MSCI menunda ulasan status pasar Indonesia hingga November 2026, memberi waktu untuk melihat apakah reformasi transparansi yang baru diumumkan pemerintah—termasuk peningkatan persyaratan minimum free float dan keterbukaan informasi, telah berjalan efektif.
USD/IDR (23/06) naik +10.00 poin ditutup di 17,840 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 6.99%, dan mata uang Asia hari ini mayoritas melemah.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.