Tuesday, February 10 2026
“Risk comes from not knowing what you are doing.” – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks-indeks saham Wall Street kembali menguat pada perdagangan Senin (9/2/2026) waktu setempat. Kenaikan tersebut ditopang saham teknologi mendorong S&P 500 mencatat penguatan dua hari berturut-turut. Indeks S&P 500 naik 0,47% dan ditutup di level 6.964,82. Dow Jones menguat 20,20 poin (0,04%) ke posisi 50.135,87, sekaligus mencetak rekor tertinggi intraday dan penutupan. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 0,9% dan berakhir di level 23.238,67. Perhatian investor juga tertuju pada rilis laporan ketenagakerjaan AS periode Januari dari Bureau of Labor Statistics yang dijadwalkan keluar pada Rabu 11/2/2026). Data tersebut sebelumnya ditunda akibat penutupan sebagian Pemerintahan AS.
Bursa ekuitas Eropa menguat hingga mencetak rekor penutupan tertinggi, Senin, mengikuti pemulihan pasar saham global setelah aksi jual pekan lalu. Sentimen pasar didorong laporan keuangan Perusahaan serta aktivitas merger dan akuisisi, termasuk hasil kinerja positif dari Bank terbesar kedua Italia, UniCredit. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,9%. Saham STMicroelectronics melonjak 9,8% setelah Perusahaan Prancis tersebut mengumumkan perluasan kerja sama dengan Amazon Web Services dalam pengembangan infrastruktur komputasi.
Mayoritas Bursa Asia menguat tajam pada perdagangan di Senin (9/2). Kenaikan didorong pemulihan saham teknologi serta membaiknya sentimen risiko menyusul perkembangan politik di Jepang. Di Jepang, pasar saham mencatat lonjakan signifikan menyusul kemenangan telak koalisi dari Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Kemenangan mereka dalam pemilihan majelis rendah memberikan kepastian arah kebijakan dari Tokyo.
Indonesia
IHSG ditutup menguat 96,61 poin atau 1,22 persen ke posisi 8.031,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,36 poin atau 0,66 persen ke posisi 820,94. Dari dalam negeri, Indeks keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia meningkat di level 127,0 pada Januari 2026 dari level sebelumnya 123,5 pada Desember 2025, atau merupakan level tertinggi sejak Januari 2025, yang didorong oleh peningkatan dalam hampir enam sub indeks utama.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati data retail sales bulan Desember 2025, yang diperkirakan melambat menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 6,3 persen pada November 2025. Sementara itu, BEI dijadwalkan akan melakukan pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI Inc pada Rabu (11/2), yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan 2 dan 5 Februari 2026. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.273.046 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,69 miliar lembar saham senilai Rp 17,86 triliun. Sebanyak 433 saham naik 252 saham menurun, dan 136 tidak bergerak nilainya.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 21.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.