Emerald Daily Update 27 Februari 2026 - Produk | BNI Emerald
Chat With Us
Chat With Us
 
 
 
 
 
 
 

Produk

Pastikan Anda mengetahui Profil Risiko Anda sebelum memulai berinvestasi.

INVESTASI DAN ASURANSI


INFO INVESTASI

 

Emerald Daily Update 27 Februari 2026

Friday, February 27 2026

“Do not save what is left after spending; instead spend what is left after saving.” – Warren Buffet.

Indikator Ekonomi

Indikator

Global Market

Bursa saham Amerika Serikat ditutup beragam pada perdagangan terakhir. Indeks Dow Jones masih mampu menguat tipis, sementara S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi cukup dalam seiring tekanan di sektor teknologi. Aksi jual terutama dipicu pelemahan saham semikonduktor setelah laporan kinerja Nvidia yang meski melampaui ekspektasi, dinilai belum cukup untuk membenarkan valuasi tinggi. Imbasnya, saham chip lain ikut tertekan dan mendorong Nasdaq turun lebih dari 1%.

Di pasar obligasi, yield US Treasury tenor 5 dan 10 tahun kembali turun, mencerminkan aliran dana ke aset safe haven di tengah sentimen riskoff. Data klaim awal pengangguran yang masih solid memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja tetap resilien, namun belum cukup mengubah ekspektasi kebijakan The Fed secara signifikan. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis PPI untuk mengukur tekanan inflasi dari sisi produsen serta implikasinya terhadap arah suku bunga.

Sentimen terhadap China masih dibayangi ketidakpastian kebijakan dagang Amerika Serikat. Pemerintah AS menegaskan akan mempertahankan tarif tinggi terhadap produk asal China, memicu respons keras dari Beijing yang siap mengambil langkah balasan. Eskalasi ini menjaga volatilitas aset Asia tetap tinggi, sekaligus menahan minat risiko investor regional di tengah kekhawatiran perlambatan perdagangan global.

Indonesia

Pasar keuangan domestik ditutup bervariasi. IHSG melemah lebih dari 1% setelah sempat terkoreksi hingga 2% di sesi kedua, mencerminkan aksi ambil untung dan tekanan sektoral yang merata. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan net inflow, menunjukkan minat selektif tetap terjaga. Secara teknikal, pola bearish rising wedge membuka ruang koreksi lanjutan dengan area support terdekat di kisaran 7.900–7.800.

Di sisi lain, rupiah kembali menguat terhadap dollar AS sejalan dengan pelemahan greenback global, sementara harga SBN terapresiasi tercermin dari penurunan yield tenor 10 tahun. Dukungan eksternal dari turunnya yield UST serta stabilitas pasar tenaga kerja AS menjadi faktor penopang. Namun, pasar tetap mencermati risiko eksternal, termasuk kebijakan tarif AS terhadap produk surya Indonesia dan potensi dampaknya terhadap sentimen perdagangan serta arus modal.

Index Saham

Nilai Tukar

Government Yield

Government Yield

Reksa Dana

Reksa Dana

Sumber data : Bloomberg.

Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.

Divisi Wealth Management.

Manara BNI Lantai 21.

Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.

www.bni.co.id/emerald.

  • Kurs Valas
  • Konversi

Konversi Mata Uang

Special Rates
TT Counter
Bank Notes

Download wondr by BNI, Banking App untuk transaksi, mendapatkan insight, dan merencanakan life goals Anda.