Wednesday, March 04 2026
“Do not save what is left after spending; instead spend what is left after saving.” – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika Serikat ditutup koreksi dengan Dow Jones melemah -0.83%, S&P 500 melemah -0.94%, Nasdaq melemah - 1.08%. Indeks Dollar (DXY) (03/03) naik +0.669 poin (+0.68%) di level 99.050. Indeks Dollar AS (DXY) melanjutkan reli penguatan, saham AS mayoritas melemah dan harga UST mayoritas melemah dengan sentimen pelaku pasar yang masih berfokus pada eskalasi perang Timur Tengah. Emas turun hingga 6% dengan aksi take profit pelaku pasar. Harga minyak sedikit turun setelah Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker di Selat Hormuz jika perlu dan AS akan menyediakan asuransi maritim di Teluk. Brent diperdagangkan sekitar $ 81 per barel setelah sempat menembus $ 85.
Trump mengarahkan Menkeu AS Scott Bessent untuk menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol, setelah Spanyol menolak akses ke pangkalan militernya untuk melawan Iran. Pemerintah Spanyol mengatakan AS harus menghormati hukum internasional. John Williams dari The Fed mengatakan dampak ekonomi dari perang Iran akan bergantung pada berapa lama hal itu memengaruhi harga aset, terutama minyak. Neel Kashkari mengatakan konflik tersebut membuatnya kurang yakin tentang penurunan suku bunga tahun ini.
Inflasi zona euro secara tak terduga meningkat menjadi 1.9% pada bulan Februari. Pelaku pasar sekarang melihat peluang 50% bahwa ECB akan menaikkan suku bunga tahun ini. Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves mengungkapkan perkiraan baru untuk ekonomi Inggris yang memprediksi pinjaman dan inflasi yang lebih rendah tetapi juga pertumbuhan jangka pendek yang lebih lemah, bahkan sebelum dampak apa pun dari konflik Iran.
Rilis PMI Tiongkok bulan Februari diperkirakan akan menandakan perlambatan ekonomi, sebagian besar karena penurunan musiman selama liburan Tahun Baru Imlek. PMI resmi diperkirakan akan tetap berada di zona kontraksi pada angka 49.2.
Indonesia
Pasar saham Indonesia Selasa kemarin ditutup koreksi dengan IHSG turun sebesar (-0.96%) di 7.939, dengan sektor yang melemah terdalam adalah material dasar, transportasi dan logistik dan konsumen siklikal.
Harga SBN (03/03) mayoritas melemah dengan yield tenor 5 tahun naik 3.9 bps di level 5.866% dan yield tenor 10 tahun naik 7.8 bps di level 6.524%. USD/IDR (03/03) turun -5.00 poin ditutup di 16.855.
Hasil lelang SUN (03/03) mencatat total bid income sebesar IDR 50.941 trilliun dengan nominal yang diserap sebesar Rp 34.10 trilliun dari target indikatif sebesar Rp 33 trilliun. Seri yang paling diminati investor adalah seri FR0108 dengan total bid income sebesar IDR 14.683 trilliun. Sedangkan seri yang paling banyak dimenangkan adalah FR0108 dengan nominal penyerapan sebesar Rp 11.30 trilliun.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 21.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.