Monday, 30 March 2026
"Risk comes from not knowing what you are doing.” – Warren Buffet.
Indikator Ekonomi

Global Market
DXY bergerak menguat, saham AS mayoritas melemah, dan harga UST bergerak beragam dengan kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan di Iran akan membuat harga minyak tetap tinggi. AS dan Israel membom fasilitas nuklir dan baja Iran, sementara Iran membalas di seberang Teluk Persia. Para ekonom menaikkan perkiraan inflasi AS hingga akhir tahun, sementara memangkas proyeksi pengeluaran konsumen,pertumbuhan, dan lapangan kerja karena perang di Iran mendorong kenaikan biaya bahan bakar.
Perang Timur Tengah meluas hingga minggu kelima dengan keterlibatan Houthi dan tambahan 3.500 tentara AS, ditandai dengan serangan Iran terhadap produsen aluminium di Bahrain dan UEA serta pangkalan AS di Arab Saudi yang menghancurkan aset militer bernilai tinggi. Di Teheran, serangan rudal telah menyebabkan pemadaman listrik yang meluas.
Harga minyak Brent melonjak ke $115/barel akibat ancaman penutupan Selat Hormuz dan kekhawatiran jalur distribusi minyak,meskipun pipa utama Arab Saudi beroperasi penuh.
Beijing memanggil utusan AS untuk Hong Kong setelah konsulat tersebut mengeluarkan peringatan tentang aturan baru yang memberi wewenang kepada pihak berwenang untuk meminta kata sandi telepon.AS didesak untuk menghentikan campur tangan tersebut.
Indonesia
USD/IDR (27/03) naik +65.00 poin ditutup di 16,965 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 1.74%, dan mata uang Asia hari ini mayoritas melemah.
Harga SBN (27/03) cenderung sideways beragam meski yield tenor 5 yr naik 1 bps di level 6.559% dan yield tenor 10 yr naik 0.3 bps di level 6.836%.
Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 26 Maret 2026 berada di level 12.54% dan mencatat capital outflow sebesar IDR 0.85 T. Selama Maret terjadi net capital outflow sebesar IDR 26.47 T dan selama Ytd terjadi net capital outflow sebesar IDR 29.76 T.sebesar IDR 4.11 T dan selama Ytd terjadi net capital inflow sebesar IDR 4.21 T.
Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 27 Maret 2026 asing mencatatkan net capital inflow sebesar IDR 1.76 T. Kemudian selama Maret net capital outflow sebesar IDR 21.37 T dan secara Ytd net capital outflow sebesar IDR 30.88 T. Hasil lelang SRBI (27/03), dengan total penerbitan sebesar Rp 9 T dan total outstanding sebesar Rp 831.21 T.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 21.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.