Wednesday, 15 July 2026
"The big money is not in the buying and selling, but in the waiting." – Charlie Munger
Indikator Ekonomi

Global Market
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 14 Juli 2026. Dow Jones naik tipis 0,02% ke level 52.508,27, S&P 500 menguat 0,38% ke 7.543,59, sementara Nasdaq naik 0,9% ke 26.107,01. Kenaikan indeks saham AS dipicu oleh data inflasi AS Juni 2026 yang lebih rendah dari perkiraan pasar dan kenaikan saham-saham semikonduktor di AS.
Bursa saham Eropa ditutup rata-rata menguat (14/07) setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pasar meredakan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. DAX Jerman ditutup +0,13%, FTSE 100 Inggris +0,3%, CAC 40 Prancis +0,03%, dan Stoxx 600 ditutup +0,17%.
Data inflasi AS bulan Juni 2026 naik 3,5% secara tahunan dan data inflasi inti AS juga naik 2,6% secara tahunan. Kenaikan data inflasi bulan Juni 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan prediksi konsensus pasar dan lebih rendah dari kenaikan inflasi AS pada bulan Mei 2026. Salah satu penyebab utama lebih rendahnya data inflasi tersebut adalah penurunan tajam dari harga BBM di AS.
Indeks saham Asia (14/07) rata-rata ditutup positif, dipimpin oleh indeks saham CSI 300 China naik 2,15%. Kenaikan indeks saham China ini ditopang oleh data ekspor China bulan Juni 2026 yang mengalami kenaikan 27% secara tahunan dengan nilai ekspor mencapai US$ 412 miliar, dimana angka tersebut mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Indonesia
IHSG pada hari Selasa 14 Juli 2026 ditutup datar pada level 6.039,52, dengan investor asing mencatatkan jual bersih senilai Rp 830,34 miliar. BEI menambah 37 saham baru ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC), dengan total menjadi 51 saham.
Kurs USD/IDR (14/07) turun 20 poin di level 18.085, dengan pelemahan Rupiah secara YTD menjadi 8,46%. Penguatan Rupiah dipicu oleh kabar dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat investment- grade Indonesia di BBB dengan pandangan stabil. Akan tetapi, penguatan Rupiah dibatasi oleh eskalasi perang Timur Tengah.
Harga SBN (14/07) bergerak beragam dengan yield tenor 5 tahun naik 5,4 bps pada level 7,199% dan yield tenor 10 tahun naik 1,5 bps pada level 7,224%. Selama Juli 2026, terjadi net capital inflow ke pasar SBN sebesar Rp 11,11 triliun dan secara YTD terjadi net capital inflow sebesar Rp 18,11 trilun.
Hasil lelang SBN (14/07) mencatatkan total penawaran masuk sebesar Rp 32,47 triliun dengan nominal yang diserap sebesar RP 10 triliun, sesuai dengan target indikatif. Seri yang paling diminati investor adalah PBS038 dengan total penawaran sebesar Rp 7,28 triliun.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.