Thursday, 16 July 2026
"The big money is not in the buying and selling, but in the waiting." – Charlie Munger
Indikator Ekonomi

Global Market
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 15 Juli 2026. Dow Jones naik 0,29% ke level 52.658,64, S&P 500 menguat 0,38% ke 7.572,4, sementara Nasdaq naik 0,62% ke 26.269,23. Kenaikan indeks saham AS dipicu oleh laba perusahaan AS yang kuat dan data inflasi harga produsen AS bulan Juni 2026 di bawah perkiraan konsensus pasar.
Bursa saham Eropa ditutup rata-rata menguat (15/07) ditopang oleh lonjakan saham barang mewah, dimana terjadi lonjakan 3,22% dari indeks barang mewah. FTSE 100 Inggris -0,13%, CAC 40 Prancis +0,19%, Stoxx 600 +0,1%, dan Dax Jerman -0,59%.
Perekonomian China bertumbuh 4,3% secara tahunan pada Q2 2026, dimana pertumbuhan tersebut lebih rendah dari Q1 2026 di 5% dan lebih rendah dari perkiraan konsensus pasar di 4,5%. Data pertumbuhan ekonomi China Q2 2026 tersebut merupakan data terlemah sejak Q4 2022.
Indeks saham Asia (15/07) rata-rata ditutup positif, dipimpin oleh indeks saham KOSPI Korsel naik 6,24%. Kenaikan indeks saham KOSPI ditopang oleh pembelian dana asing sejumlah 2,32 triliun won merespon data inflasi CPI AS yang lebih rendah dari perkiraan konsensus pasar, sehingga meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini. Saham Samsung Electronics naik 6,27% dan SK Hynix naik 8,83%.
Indonesia
IHSG pada hari Selasa 15 Juli 2026 ditutup datar pada level 6.041,972, dengan investor asing mencatatkan jual bersih senilai Rp 152,35 miliar dengan total nilai transaksi sebesar Rp 11,4 triliun. Pembelian bersih asing terjadi pada saham BMRI, ANTM, BBRI, TPIA, dan RANS.
Kurs USD/IDR (15/07) turun 20 poin di level 18.065, dengan pelemahan Rupiah secara YTD menjadi 8,34%. Penguatan Rupiah masih ditopang oleh sentiment positif dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat investment-grade Indonesia di BBB dengan pandangan stabil, serta hasil rilis data inflasi AS per Juni 2026 yang turun untuk pertama kali selama 6 bulan terakhir.
Harga SBN (15/07) bergerak menguat dengan yield tenor 5 tahun turun 2,9 bps pada level 7,171% dan yield tenor 10 tahun turun 1,4 bps pada level 7,211%. Selama Juli 2026, terjadi net capital inflow ke pasar SBN sebesar Rp 9,34 triliun dan secara YTD terjadi net capital inflow sebesar Rp 16,34 trilun.
Hasil lelang SUVBI (15/07) mencatatkan total penerbitan sebesar US$ 40 juta, dengan total outstanding sebesar US$ 410 juta. CDS 5 tahun Indonesia kemarin turun 6,5 bps ke level 90,375.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.