Wednesday, 29 July 2026
"Do not save what is left after spending; instead spend what is left after saving." – Warren Buffet
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (28/7/2026) WIB. Dow Jones Industrial Average melonjak lebih dari 500 poin seiring turunnya harga minyak, laporan keuangan emiten yang solid, serta berlanjutnya rotasi investasi dari saham teknologi menuju sektor-sektor ekonomi tradisional. Dow Jones menguat 1,03% menjadi 52.747,32, sekaligus mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan Dow dipimpin oleh saham Sherwin-Williams yang melonjak 8% dan saham Coca-Cola yang menguat 5% setelah melaporkan pendapatan dan laba yang melampaui perkiraan. Indeks S&P 500 naik tipis 0,21% ke level 7.428,78.
Pelaku pasar kini menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat. Konsensus pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga, namun investor akan mencermati sinyal mengenai arah kebijakan berikutnya. Berdasarkan CME FedWatch Tool, kontrak berjangka suku bunga masih mencerminkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Selain keputusan The Fed, perhatian investor juga tertuju pada laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi, yakni Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft.
Bursa saham Asia terkoreksi pada perdagangan Selasa (28/7/2026), dipicu aksi jual besar-besaran pada saham teknologi di Korea Selatan dan Taiwan. Mengutip Reuters, investor mulai mempertanyakan apakah belanja modal yang sangat besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan mampu menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
Indonesia
USD/IDR (28/07) naik +55.00 poin ditutup di 18,060 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 8.31%, dan mata uang Asia bergerak beragam.
IHSG (28/07) turun -0.89% di 6,130 dengan sektor yang menguat yaitu sektor barang sektor konsumen primer yang naik 0,43%. Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,78%, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan. Di pasar reguler, net foreign sell selama sepekan (5 Hari Bursa) sebesar Rp3,21 triliun, sedangkan selama satu bulan terakhir Rp7,27 triliun dan secara year-to-date di 2026 mencapai Rp94,09 triliun. Harga SBN (28/07) mayoritas menguat dengan yield tenor 5 yr flat di level 7.349% dan yield tenor 10 yr turun 3.5 bps di level 7.314%.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk pertama kalinya diundang menghadiri rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kehadiran lembaga tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif pemerintah melalui masukan dari dunia usaha, tanpa ikut menentukan arah kebijakan yang diambil regulator.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.