Senin, 28 September 2026
"It’s worth reminding ourselves from time to time that gyrations in a stock price may tell us absolutely nothing about the prospects of the company involved." – Peter Lynch
Indikator Ekonomi

Global Market
Pasar saham Amerika ditutup menguat pada sesi perdagangan di hari Jumat (25/9) akhir pekan ini, didorong oleh Microsoft dan saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI) lainnya. Namun, harga minyak yang tinggi dan lonjakan imbal hasil Treasury AS baru-baru ini membuat investor tetap waspada. Kenaikan S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri pekan yang volatil, yang dipicu ketidakpastian mengenai industri mana yang akan diuntungkan dan dirugikan oleh kecerdasan buatan, serta kekhawatiran terkait perang AS dengan Iran dan lonjakan imbal hasil Treasury AS.
Pasar saham Eropa mengakhiri tren penurunan selama tiga minggu berturut-turut pada sesi perdagangan di hari Jumat (25/9) akhir pekan ini, setelah harga minyak turun hampir sepanjang pekan. Namun, investor tetap berhati-hati terhadap perkembangan di Timur Tengah dan kenaikan imbal hasil obligasi. Indeks saham Eropa ditutup menguat 0,4% pada hari Jumat, menambah kenaikan 0,5% sepanjang pekan kemarin. Ini menjadi kenaikan mingguan terbesar indeks tersebut sejak awal Agustus. Dalam tiga pekan sebelumnya, indeks telah turun sekitar 3%.
Harga minyak kembali turun pada hari Jumat karena harapan tercapainya gencatan senjata mengimbangi serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Para negosiator tengah menjajaki jalan keluar dari perang secara bertahap, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran dan pencabutan blokade ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran. Hal tersebut disampaikan sumber yang dekat dengan pembicaraan pada pekan ini.
Indonesia
IHSG turun 3,09% menjadi 6.241,892 pada penutupan pekan 21-25 September 2026. Penurunan ini dipicu kuatnya aksi jual oleh investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp559,16 miliar pada Jumat 25 September, menurut keterangan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Data lain menunjukkan bahwa sepanjang 2026, investor asing telah menjual bersih sebesar Rp77,52 triliun, mencerminkan tekanan jual yang konsisten selama tahun ini. Kombinasi penjualan besar-besaran dan kurangnya dukungan pembeli domestik memperlemah sentimen pasar, sehingga indeks mengalami penurunan tajam.
Bagi pelaku pasar, hal ini menandakan bahwa arus keluar modal asing menjadi faktor utama yang menurunkan harga saham secara keseluruhan. Penurunan kapitalisasi pasar sebesar 3,20% menjadi Rp10,905 triliun berdampak pada nilai transaksi harian yang turun 21,32% menjadi Rp11,98 triliun.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.