Selasa, 29 September 2026
"It’s worth reminding ourselves from time to time that gyrations in a stock price may tell us absolutely nothing about the prospects of the company involved." – Peter Lynch
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika ditutup melemah pada perdagangan di hari Senin, setelah harga minyak dan imbal hasil US Treasury melonjak naik. Investor mencermati ketidakpastian prospek kesepakatan damai dalam konflik Iran serta dampaknya terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Harga minyak mentah sempat naik setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian dari Iran. Namun, kenaikan tersebut menyusut setelah muncul ekspektasi bahwa mediator Qatar akan menggelar pembicaraan dengan kedua negara untuk mencari kemungkinan kesepakatan.
Bursa saham Eropa bergerak terbatas pada sesi perdagangan di hari Senin, setelah reli saham perusahaan pengembang perumahan Inggris tertahan oleh kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi yang tetap tinggi sehingga mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Kenaikan harga minyak mendorong saham sektor energi Eropa naik 0,8%. Sebaliknya saham perusahaan pertambangan turun 1,2% setelah harga emas mencapai level terendah dalam tujuh pekan terakhir dan tembaga menyentuh titik terendah dalam sepekan.
Pasar saham Asia sebagian besar ditutup melemah pada hari Senin (28/9) sore dikarenakan harga minyak kembali melonjak di tengah keraguan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan segera mencapai kesepakatan damai. Kurangnya kapasitas kilang telah mendorong harga solar ke rekor tertinggi yang jauh melampaui harga minyak mentah. Sehingga meningkatkan risiko inflasi. Bank-bank sentral telah merespons dengan serangkaian kenaikan suku bunga, di mana Reserve Bank of Australia kemungkinan akan menjadi pihak berikutnya yang memperketat kebijakan saat menggelar pertemuan pada hari Selasa.
Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di akhir sesi perdagangan hari Senin (28/9). IHSG turun 94 poin (-1,51%) ke posisi 6.147. Volume perdagangan yang tercatat mencapai 366,5 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan sebesar Rp12,05 triliun. Per tanggal 28 September BEI resmi menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per lembar.
Hari ini (29/09) akan ada Lelang SUN dengan target indikatif sebesar 30 T dan seri yang dilelangkan : FR0110, FR0111, FR0112, FR0107, FR0102, FR0105. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan akan mengurangi intervensi di pasar valuta asing (valas) spot untuk menjaga cadangan devisa, dan intervensi di pasar spot rupiah saat ini hanya mencakup sekitar 30% dari keseluruhan, sebagai upaya bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.