Senin, 5 Oktober 2026
"It’s worth reminding ourselves from time to time that gyrations in a stock price may tell us absolutely nothing about the prospects of the company involved." – Peter Lynch
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks Dollar (DXY) (02/10) melemah -0.167 poin (-0.16%) di level 101.932. Dow Jones menguat 0.49%, S&P 500 menguat 0.73%, dan Nasdaq menguat 1.19%, sedangkan harga UST bergerak melemah dengan yield tenor 5 yr naik 4.3 bps ke level 5.054% dan yield tenor 10 yr naik 3.1 bps ke level 5.274%.
DXY bergerak melemah ditengah penurunan Nonfarm Payrolls (NFP) AS menjadi 29k, dari sebelumnya mencatat sebesar 133k, dan dibawah ekspektasi pasar sebesar 90k. Pelemahan tersebut turut diperkuat oleh kenaikan tingkat pengangguran AS menjadi 4,2% pada September 2026., Kondisi ini mencerminkan sikap yang lebih hati-hati di kalangan pemberi kerja, seiring meningkatnya biaya operasional dan bertambahnya jumlah tenaga kerja.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kenaikan imbal hasil US Treasury baru-baru ini sejalan dengan tren global dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap tekanan harga yang masih berlanjut, yang telah mendorong sejumlah suku bunga acuan ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Bessent menilai kenaikan imbal hasil yang bersifat spesifik tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran. Ia juga mengatakan tidak melihat adanya aksi jual besar-besaran terhadap obligasi AS yang kemudian dialihkan ke obligasi pemerintah Jerman maupun Jepang.
Group of Seven (G7) bersama sejumlah negara mitra berencana melepas hingga 100 juta barel minyak dan solar dari cadangan darurat guna meredam tekanan kenaikan harga bahan bakar yang terjadi di tengah dorongan pemerintahan Trump. Pelepasan cadangan tersebut akan dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA) dan berlangsung selama empat bulan ke depan.
Indonesia
Indeks saham IHSG bergerak dengan pergerakan yang cukup volatile di perdagangan hari jumat. Indeks sempat melemah di bawah level 6000 yaitu 5979 (-0.49%) di sesi pagi hari dan mengalami tekanan jual hingga perdagangan siang. IHSG (02/10) naik +0.46% di 6,036 dengan sektor yang paling menguat adalah Consumer Cyclicals, energy, dan Technology Di sesi siang, Indeks mampu berbalik menguat tajam sejalan dengan saham GOTO yang telah selesai mengalami tekanan jual (Auto Reject Bawah dalam beberapa hari sejak pembukaan batas harga Rp. 50). Indeks IHSG berhasil ditutup menguat 6036 (+0.46%) ditopang oleh reboundnya saham-saham bluechip seperti BBCA +1.67%, ASII +2.66%, BMRI +0.50%.
Harga SBN (02/10) bergerak beragam dengan yield tenor 5 yr turun 0.1 bps di level 7.041% dan yield tenor 10 yr naik 1.2 bps di level 7.157%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 01 Oktober 2026 berada di level 12.96% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 1.25 T. Selama Oktober terjadi net capital inflow sebesar IDR 1.25 T dan selama Ytd terjadi net capital inflow sebesar IDR 30.05 T.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.