Selasa, 6 Oktober 2026
"It’s worth reminding ourselves from time to time that gyrations in a stock price may tell us absolutely nothing about the prospects of the company involved." – Peter Lynch
Indikator Ekonomi

Global Market
Indeks saham US ditutup menguat (Dow +0.18%, S&P +0.66%, Nasdaq +1.05%) setelah harga minyak mereda turun di bawah level $100. Harga minyak turun karena meningkatnya ekspor minyak Timur Tengah dan pelepasan cadangan oleh negara-negara G7 menambah pasokan, mengimbangi kekhawatiran atas kerusakan infrastruktur minyak di kawasan Teluk akibat perang US-Israel dengan Iran. Di tengah penurunan harga minyak, yield US Treasury 10 tahun masih bertahan di level tinggi 5.3%. Peluang Fed menaikkan suku bunga acuan di 28 Okt masih berada di angka 22% (estimasi Fed masih akan hold rate).
Menteri Keuangan Scott Bessent telah melontarkan prediksi ekonomi yang meleset, termasuk terkait pasar perumahan dan inflasi. Menurut Douglas Holtz-Eakin, presiden American Action Forum, prediksi optimistis Bessent telah merusak kredibilitasnya. Ujian sesungguhnya bagi Bessent masih menanti, ia harus bekerja sama dengan Partai Demokrat untuk mengesahkan langkah-langkah ekonomi dan mencapai kompromi politik mengenai batas utang negara.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kenaikan imbal hasil US Treasury baru-baru ini sejalan dengan tren global dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap tekanan harga yang masih berlanjut, yang telah mendorong sejumlah suku bunga acuan ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Bessent menilai kenaikan imbal hasil yang bersifat spesifik tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran. Ia juga mengatakan tidak melihat adanya aksi jual besar-besaran terhadap obligasi AS yang kemudian dialihkan ke obligasi pemerintah Jerman maupun Jepang.
Jerman dan Prancis mendesak Uni Eropa untuk mengadopsi wewenang baru yang memungkinkan blok tersebut memutus akses ke pasar tunggalnya jika Tiongkok atau negara lain mengganggu stabilitas hubungan perdagangan. Usulan tersebut disampaikan melalui surat kepada Ursula von der Leyen tanpa secara spesifik menyebutkan negara Asia tersebut.
Indonesia
USD/IDR (05/10) naik +27.00 Poin ditutup di 17,900 dengan pelemahan Rupiah secara YtD 7.35%, dan mata uang Asia hari ini bergerak beragam. Harga SBN (05/10) bergerak beragam dengan yield tenor 5 yr naik 0.70 bps di level 7.048% dan yield tenor 10 yr naik 2.0 bps di level 7.177%. Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 02 Oktober 2026 berada di level 13.02% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 4.04 T. Selama September terjadi net capital inflow sebesar IDR 5.29 T dan selama Ytd terjadi net capital inflow sebesar IDR 34.09 T.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026). Indeks naik 81,97 poin atau 1,36% ke level 6.118,86. IHSG sepanjang kemarin disebabkan oleh 547 saham menguat. Sementara 252 saham tak bergerak dan 164 saham melemah. Sektor yang paling menguat adalah Infrastructures, Basic materials, dan Properties. Pada pasar saham Indonesia, per tanggal 05 Oktober 2026 asing mencatatkan net capital outflow sebesar IDR 0.11 T. Kemudian selama September net capital outflow sebesar IDR 1.63 T dan secara Ytd net capital outflow sebesar IDR 82.66 T.
Hari ini (06/10) Kementerian Keuangan akan mengadakan lelang SBSN dengan target indikatif sebesar IDR 10 T. Seri yang akan dilelangkan adalah SPNS23112026, SPNS12042027, SPNS07062027, PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, PBS038.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.