Rabu, 28 Oktober 2026
"It’s far better to buy a wonderful company at a fair price, than a fair company at a wonderful price." – Warren Buffett
Indikator Ekonomi

Global Market
Bursa saham Amerika ditutup menguat pada Senin, 27 Oktober 2026, ditopang oleh optimisme terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Indeks Dow Jones menguat +0,03%, S&P 500 menguat +0,60%, Nasdaq menguat +1,18% Penguatan bursa saham Amerika kemarin menunjukkan bahwa investor kembali fokus pada cerita pertumbuhan jangka panjang, yaitu AI, di tengah ketidakpastian suku bunga. Rotasi kembali ke saham teknologi menjadi tema utama.
Harga minyak Brent turun 0,78% ke US$ 115,81/barel dan harga minyak WTI turun 1,46% ke US$ 101,76/barel. Koreksi harga minyak dilarenakan adanya diplomasi antara Menteri Pertahanan Arab Saudi yang bertemu pejabat Iran di Teheran dan mediator Qatar di Teheran.
Bursa saham Eropa STOXX Europe 600 +0,47% dan DAX Jerman +0,71%. Penguatan ditopang saham teknologi seperti Infineon +4,8%. Hanya bursa Inggris (FTSE 100 -0,75%) yang melemah karena saham bank HSBC turun -5,42% setelah laporan keuangannya di bawah ekspektasi.
Bursa saham Asia ditutup beragam. Indeks Nikkei Jepang menguat +1,73% ke level 63.268 dan Indeks Korea KOSPI menguat +3,09% ke level 5.638 didorong oleh saham Samsung +4,23% dan SK Hynix +5,18%. Serta didukung data ekonomi Korea yang tumbuh 1,0% juga menjadi sentimen positif. Di sisi lain, Hong Kong mengalami koreksi -0,73% dan China -1,33% mengalami pelemahan dan menyentuh level terendah 14 bulan, karena investor menunggu hasil pertemuan penting pemerintah China.
Indonesia Market
Bursa saham IHSG kembali mengalami koreksi -1,99% ke level 5.266,13. Indeks sempat menyentuh level terendah harian di 5.204. Pelemahan terjadi di hampir seluruh sektor, di mana 611 saham melemah dan hanya 100 saham yang menguat. Pelemahan ini terutama dipicu oleh kekhawatiran investor global terkait konsultasi MSCI terkait standalone market serta sikap investor yang wait and see terkait hasil keputusan Fed Meeting pada hari kamis ini.
Terkait reformasi di pasar saham Indonesia, Indeks saham utama LQ45 dan IDX30 melakukan rebalancing efektif per 2 November, dimana emiten Semen Indonesia (kode SMGR) akan masuk ke LQ45 menggantikan emitan Surya Citra Media (SCMA), sedangkan emiten Indosat (ISAT) dan Bukit Asam (PTBA) masuk IDX30 menggantikan emiten Pertamina Geothermal (PGEO) dan Unilever (UNVR).
Pasar obligasi sedang mengalami tekanan dengan Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah 10 tahun yang naik ke 7,52% level tertinggi sejak Oktober 2022. Sehingga harga obligasi sedang mengalami penurunan karena aksi jual. Hal ini tercermin pada hasil Lelang SUN kemarin, di mana dari target Rp 30 Tn, pemerintah hanya menyerap Rp 20,65 Tn, karena investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi. Kurs rupiah ditutup melemah tipis ke Rp 18.153 per US Dollar. Rupiah menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah kemarin.
Sumber data : Bloomberg.
Disclaimer : Dokumen ini tidak diperuntukan sebagai suatu penawaran, atau permohonan dari suatu penawaran, permintaan untuk membeli atau menjual efek dan segala hal yang berhubungan dengan efek. Seluruh informasi dan opini yang terdapat dalam dokumen ini dengan cara baik telah dihimpun dari atau berasal dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan diandalkan. Tidak ada pengatasnamaan atau jaminan, baik secara langsung maupun tidak langsung dari BNI termasuk pihak-pihak lain dari Grup BNI dari mana dokumen ini dapat diperoleh, terhadap keakuratan atau kelengkapan dari informasi yang terdapat dalam dokumen ini. Seluruh pendapat dan perkiraan dalam laporan ini merupakan pertimbangan kami pada tanggal tertera dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Divisi Wealth Management.
Manara BNI Lantai 7.
Jl. Perjompongan Raya No.7 Jakarta 10210.
www.bni.co.id/emerald.